Hayati Nupus
23 November 2017•Update: 24 November 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
DPR perlu segera menyeleksi pengganti Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo jauh sebelum ia pensiun pada Maret mendatang.
“Kita mendesak agar seleksi dimulai bulan ini selama masa sidang,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin dalam diskusi Pergantian Panglima dan Akselerasi Reformasi TNI pada Kamis di Jakarta.
Hasanuddin memetakan dua alasan. Pertama, DPR akan memasuki masa reses pada 13 Desember 2017 - 14 Januari 2018 sedang proses uji kepatutan dan kelayakan membutuhkan waktu setidaknya dua bulan. Apalagi pergantian Panglima TNI juga membutuhkan persetujuan presiden.
“Itu terlalu mepet, jangan sampai pergantian ketika Panglima TNI masuk masa pensiun,” kata dia.
Kedua, tahun mendatang Indonesia memasuki proses Pilkada serentak berlanjut persiapan Pemilihan Umum pada 2019. TNI perlu membangun stabilitas dengan kepemimpinan baru sebelum mengamankan proses politik tersebut bersama Polri.
“Setidaknya dibutuhkan waktu dua bulan sebelum Pilkada,” kata dia.
Senada dengan Hasanuddin, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan TNI perlu segera regenerasi. Panglima TNI Gatot Nurmantyo merupakan perwira angkatan 1982 yang sebagian besar sudah memasuki masa pensiun. Ada banyak perwira menengah pada level atas yang kariernya stagnan dan tidak ada pergerakan.
“Ada stagnasi regenerasi TNI, demi kebutuhan itu pergantian panglima TNI perlu segera dilakukan,” kata dia.