İqbal Musyaffa
30 April 2019•Update: 01 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh meningkat 6,5 persen year on year (yoy) pada Maret 2019 menjadi Rp5.744,2.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6 persen (yoy).
Onny menjelaskan akselerasi M2 terutama didorong oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan surat berharga selain saham yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8 persen (yoy) dan 23,7 persen (yoy).
Dia menambahkan pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,6 persen (yoy) dan 16,8 persen (yoy).
“Sementara itu, pertumbuhan komponen uang kuasi relatif stabil sebesar 7,1 persen (yoy),” jelas Onny dalam keterangan resmi, Selasa.
Onny menjelaskan berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh perbaikan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih serta ekspansi keuangan pemerintah.
Dia menyampaikan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Maret 2019 membaik menjadi -3,7 persen (yoy) dari bulan sebelumnya sebesar -5,1 persen (yoy).
“Perbaikan tersebut seiring dengan kenaikan cadangan devisa pada Maret 2019,” imbuh Onny.
Sementara itu, dia mengatakan operasi keuangan pemerintah pada Maret 2019 mengalami ekspansi tercermin dari peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat, yaitu dari -25,3 persen (yoy) menjadi -9,1 persen (yoy), sejalan dengan perlambatan rekening giro pemerintah pusat di Bank Indonesia dan perbankan.
Kemudian pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2019 tercatat sebesar 11,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12 persen (yoy).
“Suku bunga kredit menurun pada Maret 2019, sementara suku bunga simpanan bergerak bervariasi,” ungkap Onny.
Hal tersebut tercermin pada rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Maret 2019 sebesar 10,84 persen, lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga pada bulan sebelumnya sebesar 10,87 persen.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi BI, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka tenor 6 bulan dan 12 bulan mengalami peningkatan dari 7,31 persen dan 6,68 persen pada Februari 2019 menjadi sebesar 7,37 persen dan 6,87 persen pada Maret 2019.
Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan dan 24 bulan tercatat stabil masing-masing sebesar 6,84 persen dan 7,26 persen.
Suku bunga simpanan berjangka tenor 3 bulan mengalami penurunan dari 6,91 persen pada Februari 2019 menjadi 6,85 persen pada bulan laporan.