Iqbal Musyaffa
20 April 2018•Update: 20 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan secara rata-rata harian di bulan Maret nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 1,13 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resmi Kamis malam mengatakan tekanan terhadap rupiah terutama disebabkan oleh perbaikan indikator ekonomi AS yang diikuti ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga FFR yang lebih agresif.
“Selain itu juga disertai risiko berlanjutnya perang dagang AS-Tiongkok,” jelas Agusman.
Hal tersebut menurut dia, mendorong pembalikan modal asing dan tekanan depresiasi nilai tukar pada berbagai mata uang dunia, termasuk Indonesia.
Namun, pada paruh pertama bulan April, Bank Indonesia mengatakan nilai tukar rupiah sudah relatif stabil.
Stabilitas itu didukung dengan langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia serta sejalan dengan tetap terkendalinya inflasi, kenaikan rating Indonesia, dan surplus neraca perdagangan yang mendorong aliran masuk investasi portofolio asing.
“Bank Indonesia akan terus mewaspadai meningkatnya risiko ketidakpastian pasar keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar,” urai Agusman.