Elena Tesla
07 September 2022•Update: 12 September 2022
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa hampir semua gandum Ukraina diangkut ke negara-negara Uni Eropa.
Berbicara di Forum Ekonomi Timur di Vladivostok pada Rabu, Putin memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya mungkin muncul di dunia karena Barat mengekspor sebagian besar gandum Ukraina ke negara-negaranya, dan bukan ke negara-negara yang membutuhkan di Afrika.
"Semua, hampir semua produk biji-bijian yang diekspor dari Ukraina dikirim bukan ke negara-negara berkembang termiskin, tetapi ke negara-negara Uni Eropa.”
“Di bawah Program Pangan Dunia PBB, yang menyiratkan bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan, hanya dua kapal yang dimuat, saya tekankan, hanya dua dari 87, dan 60.000 ton makanan diekspor ke mereka dari dua juta ton, ini hanya 3 persen yang dikirim ke negara berkembang," kata presiden Rusia.
Putin menambahkan bahwa banyak negara Eropa bertindak sebagai penjajah, menipu negara berkembang.
"Jelas bahwa dengan pendekatan ini, skala masalah pangan di dunia hanya akan meningkat, sayangnya, sangat disayangkan, yang dapat menyebabkan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Putin.
Dia mengatakan dirinya akan berpikir untuk membatasi ekspor biji-bijian dan makanan lainnya dari Ukraina, dan pasti akan berkonsultasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai topik ini.
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani sebuah perjanjian pada 22 Juli di Istanbul untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam, yang dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.
Pusat Koordinasi Gabungan ini dikontrol pejabat dari tiga negara dan PBB di Istanbul untuk mengawasi pengiriman tersebut.