18 Agustus 2017•Update: 18 Agustus 2017
Nazli Yuzbasioglu
ANKARA
Menteri Uni Eropa Turki memperingatkan agar perbedaan pendapat antara Ankara dan Berlin mengenai kesepakatan cukai tidak seharusnya menjadi masalah Turki dan Uni Eropa.
Menteri Omer Celik pada Kamis mengatakan, institusi UE seharusnya tidak boleh didikte satu negara, merujuk pada pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel mengenai perhentian diskusi Turki-UE tentang memperbarui kesepakatan serikat cukai.
Berbicara dalam konferensi pers di Ankara dengan Wakil Menteri Luar Negeri Inggris Sir Alan Duncan, Celik “menyayangkan” pernyataan Merkel itu.
Pada Rabu, dalam wawancara dengan kelompok blogger muda sebelum pemilu di Jerman bulan depan, Merkel mensinyalir bahwa UE tidak akan berunding dengan Ankara mengenai modernisasi serikat bea cukai, karena ketegangan politik baru-baru ini.
Turki memiliki kesepakatan serikat bea cukai dengan UE sejak 1995, dan perbaruan itu menjadi prioritas penting bagi pemerintahan Turki.
Namun, Celik memperingatkan agar tidak membesar-besarkan pertikaian bilateral menjadi masalah yang lebih besar. “Resolusi UE ditentukan oleh prinsip,” tambah Celik.
Dia juga menghimbau agar petinggi negara-negara anggota UE agar tidak mengambil keputusan “yang menentang mekanisme dasar UE”.
Pernyataan Merkel muncul setelah kubu oposisi meningkatkan tekanan pada pemerintahan Jerman, mendorong mereka bersikap tegas pada Turki, khususnya untuk isu penahanan 10 warga Jerman di Turki, termasuk seorang reporter dan aktivis HAM, yang dituduh mendukung organisasi teroris.
‘Pertemanan penting’
Duncan mengatakan pada kunjungan 2 harinya dia telah melihat kerusakan pada gedung parlemen Turki yang terjadi pada percobaan kudeta 15 Juli 2016.
Kunjungan ini menjadi kedatangan ke-5 menteri Inggris itu sejak percobaan kudeta tahun lalu.
“Sekali lagi, Inggris mengerti kesusahpayahan yang dihadapi Turki selama percobaan kudeta itu dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga keamanan,” kata Duncan.
“Bila ini terjadi di Inggris, sama dengan resimen militer masuk ke Whitehall, menembaki orang-orang di Westminster Bridge, mencoba membunuh Ratu dan perdana menteri, mengebom parlemen dan membajak stasiun TV BBC,” lanjutnya.
Dia juga mengungkit kegagalan perbincangan damai Siprus di Crans-Montana, Swiss, dan memuji kontribusi Turki dan sikap “positif” guna mencari jalan keluar konflik berkepanjangan tersebut.
Duncan juga membahas tindakan kebencian anti-Muslim di Eropa dan menyebut adanya sekitar 3 juga warga Inggris beragama Islam serta mengecam segala serangan “rasis dan penuh kebencian” pada komunitas Muslim.
“Mereka anggota penting dalam komunitas dan kehidupan Inggris,” katanya.
‘Atmosfir pemilu’
Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin setuju dengan komentar Celik mengenai serikat bea cukai UE.
“Pernyataan Merkel tentu sangat disayangankan. Kami berpikir pernyataan itu dikeluarkan karena Jerman sedang dalam atmosfir pemilu,” kata Kalin di Ankara.
Jerman akan mengadakan pemilihan umum pada 24 September.