Nicky Aulia Widadio
08 Agustus 2019•Update: 12 Agustus 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Bank Indonesia menyatakan penjualan eceran pada Juni 2019 menurun karena pola konsumsi masyarakat telah kembali normal pasca-bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
BI mencatat indeks penjualan riil (IPR) berdasarkan hasil survei menurun 1,8 persen (year on year) dari IPR bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,7 persen.
“Penurunan itu terutama pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok barang budaya dan rekreasi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko melalui siaran pers, Kamis.
Namun BI memperkirakan penjualan eceran akan tumbuh positif pada Juli 2019 dipengaruhi tahun ajaran baru sekolah.
IPR pada Juli diperkirakan tumbuh 2,3 persen (year on year), ditopang oleh suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga, makanan, minuman, tembakau serta sandang.
Sementara itu, hasil survei mengindikasi tekanan harga di tingkat pedagang eceran hingga September 2019 akan menurun.
Hal itu tercermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) pada tiga bulan mendatang sebesar 131,4 atau lebih rendah dibandingkan IEH sebesar 138,3 pada bulan sebelumnya.