Iqbal Musyaffa
05 November 2020•Update: 06 November 2020
JAKARTA
Pemerintah akan terus mendorong realisasi belanja negara dan serapan anggaran pemulihan ekonomi nasional untuk mendorong perbaikan aktivitas ekonomi.
“Pemulihan ekonomi akan didorong dengan kebijakan fiskal ketat dan akselerasi belanja pemerintah pusat dan daerah,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers virtual, Kamis.
Menurut dia program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Program ini sudah disiapkan dalam APBN 2021.
Selain itu, dukungan pada aktivitas dunia usaha juga akan terus dipantau dan diperkuat.
Menurut dia, realisasi belanja pemerintah daerah masih bisa ditingkatkan.
Karena hingga kuartal ketiga baru terealisasi 53,3 persen dari total anggaran belanja seluruh APBD 2020 yang nilainya lebih dari Rp1.000 triliun.
Pada kuartal keempat, menurut dia realisasi belanja daerah dan penyerapan anggaran harus ditingkatkan untuk memacu perbaikan ekonomi.
“Realisasi anggaran PEN sudah sebesar 67,2 persen, masih ada lebih dari 30 persen yang bisa dibelanjakan di kuartal keempat,” lanjut dia.
Menteri Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan instrumen fiskal dalam menjaga pemulihan ekonomi nasional yang mulai menunjukkan tren perbaikan yang nyata.
Berdasarkan data BPS, pada kuartal ketiga konsumsi pemerintah mampu tumbuh 9,76 persen secara tahunan setelah pada kuartal kedua lalu terkontraksi 6,9 persen.
Konsumsi pemerintah berkontribusi sebesar 0,72 persen pada pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang masih terkontraksi 3,49 persen.