Tarek Chouiref
14 Juli 2026•Update: 14 Juli 2026
Forum Bisnis Suriah-Amerika Serikat (AS) pertama resmi dibuka di Damaskus pada Senin dengan mempertemukan pejabat tinggi, investor, dan pelaku usaha untuk membahas peluang investasi di sektor energi serta rekonstruksi Suriah.
Forum tersebut digelar di tengah langkah Washington menghapus Suriah dari daftar negara pendukung terorisme.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi dan Industri Suriah bekerja sama dengan Dewan Bisnis Suriah-Amerika (Syrian-American Business Council).
Awal bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi tahu Kongres mengenai keputusan pemerintahannya untuk mencabut status Suriah sebagai negara pendukung terorisme. Keputusan tersebut kini memasuki masa peninjauan selama 45 hari sebelum resmi berlaku.
Momentum baru hubungan ekonomi Suriah-AS
Saat membuka forum, Ketua Dewan Bisnis Suriah-Amerika Issam Ghreiwati menyebut pertemuan tersebut sebagai titik balik dalam hubungan ekonomi Suriah dan Amerika Serikat.
Menurut dia, forum itu mencerminkan tumbuhnya kembali kepercayaan terhadap perekonomian Suriah sekaligus membuka peluang baru bagi investasi dan kemitraan sektor swasta.
Menteri Ekonomi dan Industri Suriah Nidal Al-Shaar mengatakan langkah-langkah terbaru yang diambil Amerika Serikat telah menghapus berbagai hambatan utama dalam perdagangan, investasi, dan transaksi keuangan.
Menurutnya, kebijakan tersebut membuka jalan bagi keterlibatan ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.
Suriah bidik investasi sektor migas
Direktur Utama Syrian Petroleum Company Yousef Qablawi mengatakan pemerintah Suriah terus meningkatkan upaya menarik investasi asing di sektor minyak dan gas.
Ia menambahkan sejumlah nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan perusahaan-perusahaan internasional kini berkembang menjadi perjanjian investasi, dengan eksplorasi lepas pantai menjadi salah satu prioritas utama.
Mantan diplomat senior Amerika Serikat Timothy Lenderking mengatakan Suriah memiliki potensi investasi yang besar.
Sementara itu, Deputi Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Jacob McGee mengatakan sejumlah perusahaan Amerika telah mulai mengevaluasi peluang investasi di Suriah.
McGee juga menyatakan Washington bekerja sama dengan pemerintah Suriah untuk mempermudah kembalinya negara tersebut ke sistem keuangan internasional melalui peningkatan akses perbankan dan pembentukan lingkungan regulasi yang lebih pasti bagi investor.
Tahun lalu, Washington menerbitkan Syria General License 25 dan memberikan pengecualian berdasarkan Caesar Act untuk memfasilitasi investasi yang mendukung pemulihan Suriah. Trump kemudian menandatangani perintah eksekutif yang mencabut sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah.