Hakan Çopur
29 September 2026•Update: 29 September 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir dengan kemenangan AS dan mengklaim harga energi akan turun tajam setelah konflik tersebut berakhir.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat menjawab pertanyaan mengenai agenda kebijakan luar negeri setelah menggelar konferensi pers di Gedung Putih.
Trump mengatakan pemerintahannya tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November. Dia juga mengklaim telah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, yang menurutnya merupakan pencapaian penting tidak hanya bagi AS, tetapi juga dunia.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Kami akan segera memenangkan perang ini dan semuanya akan berakhir. Harga bensin juga akan turun secara signifikan. Tidak ada orang lain selain kami yang bisa mencapai hal ini,” kata Trump.
Trump juga mengatakan jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan lagi ada saat ini. Dia mengklaim Timur Tengah dan Eropa juga akan menghadapi ancaman serius jika Iran memiliki senjata nuklir.
Pertemuan dengan Xi dapat nilai tinggi
Trump juga menyebut pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pada pekan lalu berlangsung sangat sukses.
“Kami mengadakan pertemuan yang luar biasa dengan Presiden China Xi. Jika saya harus memberikan nilai dari 0 sampai 10, saya akan memberikan nilai 12 untuk pertemuan ini,” kata Trump.
Dia menekankan bahwa kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi hubungan AS-China.
Menanggapi laporan bahwa AS dapat menjual senjata buatan Amerika kepada China, Trump mengatakan klaim tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa isu itu tidak dibahas dalam pertemuannya dengan Xi.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menanggapi pertanyaan mengenai sejumlah orang yang ditahan di sekitar sebuah pangkalan udara di Inggris sebelum kemudian dibebaskan dengan jaminan.
Trump mengatakan mereka mungkin memiliki hubungan dengan Iran.
“Mereka mungkin terkait dengan Iran. Inggris bekerja sangat erat dengan kami. Kami mengetahui semuanya tentang para tersangka. Kalau kami yang menangani, mereka tidak akan kami bebaskan. Itu mengejutkan kami,” katanya.
“Kanada akan minta maaf kepada kami”
Trump juga mengklaim Kanada akan mengubah sikapnya terkait tarif dalam tiga hingga empat pekan ke depan dan meminta maaf kepada AS.
Dia menyebut kebijakan Kanada terkait tarif “sangat tidak adil.”
“Namun, mereka akan datang kepada kami dan mengatakan, ‘Kami meminta maaf’,” kata Trump.