Firdevs Bulut Kartal, Emir Yildirim
14 Juli 2026•Update: 15 Juli 2026
Sistem antidrone buatan dalam negeri Turkiye menunjukkan kemampuannya dalam mengamankan ruang udara selama KTT NATO di Ankara.
Berbagai sistem pertahanan tersebut digunakan oleh aparat keamanan sebagai bagian dari perlindungan berlapis bagi para kepala negara dan pemerintahan yang menghadiri pertemuan puncak aliansi.
Langkah-langkah menghadapi ancaman drone menjadi salah satu agenda penting dalam KTT NATO, seiring meningkatnya peran pesawat nirawak dalam peperangan modern.
Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin NATO meluncurkan inisiatif Drone Edge, yakni kerja sama pertahanan yang dirancang untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menetralisasi ancaman dari pesawat nirawak.
Negara-negara anggota NATO diperkirakan akan menginvestasikan lebih dari 40 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk mengembangkan kemampuan antidrone, termasuk radar pendeteksi, sensor elektro-optik, sistem pengacau elektronik, pemalsuan sinyal GPS, serta sistem penghancuran kinetik.
Turkiye kembangkan sistem antidrone berlapis
Teknologi antidrone umumnya terbagi menjadi sistem penanggulangan pasif dan aktif, atau dikenal sebagai soft-kill dan hard-kill, berdasarkan cara menetralisasi sasaran.
Di bawah koordinasi Badan Industri Pertahanan Turkiye (SSB), industri pertahanan Turkiye telah mengembangkan berbagai solusi antidrone dalam negeri pada seluruh kategori tersebut.
Sistem-sistem itu telah digunakan oleh aparat keamanan di dalam negeri dan juga mencatat keberhasilan dalam pasar ekspor.
Keluarga Ilter jadi andalan pengamanan
Dalam KTT NATO Ankara, Bogazici Defense Technologies menyediakan kemampuan pertahanan berlapis melalui radar, sensor elektro-optik, serta teknologi pemalsuan koordinat.
Perusahaan tersebut juga mengerahkan keluarga sistem Ilter di sejumlah lokasi strategis untuk memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap potensi ancaman pesawat nirawak.
Ilter J400 digunakan untuk melakukan pengacauan elektronik jarak jauh, sementara Ilter HSPAR (Hybrid Active Scanned Phased Array Radar) menyediakan kemampuan pelacakan elektro-optik yang didukung kecerdasan buatan.
Sistem Ilter MRKAS, yang baru-baru ini diserahkan kepada Komando Jenderal Gendarmerie Turkiye, menjadi salah satu sistem penanggulangan drone paling efektif yang digunakan dalam pengamanan acara tersebut.
Seluruh keluarga produk Ilter berperan penting dalam menjaga keamanan ruang udara selama KTT dengan mengintegrasikan kemampuan deteksi sasaran, pelacakan, dan penetralan elektronik berbasis kecerdasan buatan ke dalam satu sistem komando dan kendali.
Sistem-sistem yang dikerahkan menunjukkan kinerja tinggi sepanjang penyelenggaraan KTT tanpa mengalami gangguan operasional, sehingga membantu mengamankan para kepala negara dan kepala pemerintahan peserta KTT NATO.