14 Juli 2026•Update: 14 Juli 2026
Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Iran merupakan satu-satunya jalan untuk memulihkan kembali pelayaran di jalur strategis tersebut.
Menurut televisi pemerintah Iran, Akraminia pada Selasa mengatakan, "Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka kembali melalui serangan Amerika Serikat, perang, ataupun kejahatan. Satu-satunya cara untuk membukanya kembali adalah dengan menghormati hak-hak rakyat Iran."
Akraminia juga mengatakan Iran tetap berkomitmen membalas kematian Pemimpin Tertinggi sebelumnya Ali Khamenei serta seluruh korban yang tewas dalam perang.
Selat Hormuz masih menjadi pusat ketegangan
Selat Hormuz terus menjadi pusat ketegangan kawasan setelah konflik yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran dengan alasan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Gencatan senjata kembali berakhir
Pada Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata setelah dimediasi Qatar dan Pakistan sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut "telah berakhir" menyusul kembali meningkatnya eskalasi.