Hayati Nupus
31 Juli 2019•Update: 01 Agustus 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Perusahaan energi raksasa Finlandia, Neste, akan berekspansi ke Singapura untuk memperluas pengembangan produk terbarukan dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator untuk Kebijakan Sosial Singapura Tharman Shanmugaratnam mengatakan inovasi energi berkelanjutan seperti diesel terbarukan sangat dibutuhkan saat ini.
“Ini langkah besar, tak hanya untuk Neste, tapi juga untuk industri energi dan bahan kimia Singapura, dan membantu dunia tumbuh dengan cara yang ramah lingkungan,” ujar Shanmugaratnam, lansir The Straits Times.
“Inovasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim,” tambah Shanmugaratnam.
Neste merupakan satu dari tiga perusahaan paling berkelanjutan di dunia versi Corporate Knights' Global 100 Index.
Diesel terbarukan Neste menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 90 persen, ketimbang diesel fosil.
“Tanpa inovasi untuk menciptakan energi bersih yang efisien dan terjangkau, biaya untuk ekonomi dan masyarakat yang beralih ke energi bersih akan jauh lebih tinggi. Maka akan sulit untuk mengamankan komitmen politik dalam demokrasi apapun,” urai Shanmugaratnam.
Di Singapura, Neste menargetkan kapasitas produksi hingga 1,3 juta ton pertahun, dengan target 4,5 ton per tahun pada 2022.
Dengan investasi SGD2,1 miliar, ini akan menjadi perusahaan produk tanaman terbarukan terbesar di Singapura dan menyumbang sekitar setengah dari kapasitas produksi global Neste.
Investasi ini, lanjut Shanmugaratnam, akan memperluas produksi energi diesel terbarukan menjadi bahan bakar jet. Singapura akan menjadi tempat pertama yang memproduksi bahan bakar jet terbarukan berskala komersial.
Perusahaan juga akan berinovasi dengan perluasan bahan baku, termasuk lemak hewani yang kotor dan minyak nabati residu.
Selain lebih hemat, penggunaan bahan baku ini juga ramah lingkungan.
“Kami sangat tertarik bermitra dengan Neste, ini membuka kemungkinan baru mengubah limbah jadi energi,” kata Shanmugaratnam.