İqbal Musyaffa
31 Juli 2019•Update: 01 Agustus 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menilai kebijakan pemerintah saat ini sudah cukup banyak untuk menarik minat investasi.
Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kebijakan seperti penyempurnaan tax holiday, tax allowance, dan juga insentif fiskal untuk aktivitas vokasi dan litbang sudah mulai bergulir.
“Kita perlu mendorong investasi padat karya dan yang berorientasi ekspor,” jelas Rosan kepada Anadolu Agency di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan pemerintah saat ini juga sedang mengkaji pemangkasan pajak korporasi dari 25 persen menjadi 20 persen.
“Kita lakukan upaya bersama pemerintah untuk menjaga iklim investasi yang memang tidak mudah,” tambah Rosan.
Kendala utama dalam mendorong investasi menurut dia adalah pada harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang masih menjadi tantanga besar saat ini.
Selain itu, dia menilai kajian untuk merevisi undang-undang ketenagakerjaan yang sedang dilakukan pemerintah bersama pengusaha dan serikat pekerja juga menjadi hal penting yang sedang dinantikan.
“Revisi undang-undang ini untuk menjaga investasi dan juga meningkatkan kesejahteraan para pekerja kita yang sedang dicari balance nya untuk pekerja dan pemberi kerja,” urai Rosan.
Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal telah mengumumkan realisasi investasi pada triwulan II tahun ini yang mencapai Rp200,5 triliun atau meningkat 13,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Realisasi investasi tersebut sudah mencapai 25,3 persen dari target tahun ini sebesar Ro792 triliun.
BKPM menyebutkan capaian investasi triwulan II ini berhasil menyerap 255.314 orang tenaga kerja.
Selama triwulan II tahun ini, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp95,6 triliun atau tumbuh 18,6 persen dari periode sama tahun lalu, sementara realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp104,9 triliun atau naik 9,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Investasi PMDN mampu menyerap 141.153 orang tenaga kerja sementara PMA mampu menyerap 114.161 orang tenaga kerja.