İqbal Musyaffa
01 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi di bulan Februari masih terkendali dengan besaran 0,17 persen.
Inflasi Februari tahun ini menurut BPS lebih bagus dari Februari tahun lalu sebesar 0,23 persen. Sementara pada Februari 2016 justru terjadi deflasi 0,09 persen.
Sementara inflasi Desember 2017 hingga Februari 2018 sebesar 0,79 persen dan inflasi year on year sebesar 3,18 persen.
“Inflasi Februari ini terkendali sehingga target inflasi tahun ini sepertinya bisa tercapai,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Kamis.
Suhariyanto mengatakan, pada Februari tahun ini inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran. Inflasi terbesar terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen sehingga berkontribusi 0,07 persen terhadap inflasi bulan ini.
“Harga rokok kretek dan kretek filter naik 0,01 persen dan makanan jadi seperti ayam goreng naik 0,01 persen,” jelas dia.
Kemudian kelompok pengeluaran sandang mengalami inflasi 0,35 persen dan kesehatan 0,26 persen.
Selanjutnya, Suhariyanto menjelaskan, untuk kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,22 persen akibat naiknya tarif sewa rumah, upah tukang, dan upah pembantu dengan andil terhadap inflasi kelompok ini sebesar 0,01 persen.
“Kemudian inflasi juga disebabkan kenaikan harga Pertamax, dan Pertamax Turbo. Tapi juga ada deflasi di kelompok ini dengan turunnya tarif angkutan udara,” lanjut dia.
Inflasi bahan makanan pada bulan ini sebesar 0,13 persen yang disebabkan kenaikan beberapa komoditas pangan seperti beras, bawang putih, bawang merah, dan ikan segar.
“Sementara juga ada penurunan harga di kelompok ini yang berasal dari ayam ras dengan deflasi 0,04 persen dan cabai merah 0,02 persen,” urai Suhariyanto.
Inflasi bulan ini menurut Suhariyanto lebih disebabkan oleh inflasi inti sebesar 0,26 persen. Kemudian inflasi akibat harga yang diatur pemerintah hanya 0,07 persen dan inflasi harga barang yang bergejolak sebesar 0,1 persen.
“Kita berharap inflasi ini terus terjaga sehingga tidak memengaruhi daya beli masyarakat,” tambah dia.