Iqbal Musyaffa
14 November 2017•Update: 14 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang bekerja di sektor wirausaha.
Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Hery Sudarmanto mengungkapkan sektor wirausaha menyumbang peranan penting yang membuat faktor-faktor produksi dapat dikreasikan menjadi produk baru.
“Dengan adanya produksi, maka kesempatan kerja menjadi lebih terbuka dan bisa mengurangi pengangguran,” ungkap dia dalam siaran pers yang diterima Selasa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 3,1 persen jumlah wirausahawan di Indonesia pada 2017. Angka tersebut masih rendah ketimbang negara Asia lainnya.
“Perlu kontribusi berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan wirausaha di Indonesia,” tegas dia.
Semakin banyak penduduk berwirausaha, ujar Hery, akan lebih banyak menciptakan lapangan kerja.
Saat ini angkatan kerja Indonesia didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan persentase mencapai sekitar 60 persen.
Pemerintah, ujar Hery, terus berupaya memberi akses angkatan kerja masuk ke dunia kerja. “Beberapa upaya yang secara masif dilakukan adalah melalui pelatihan kerja dan pemagangan,” tutur Hery.
Melalui pelatihan kerja, lanjut Hery, kompetensi para pencari kerja akan meningkat, sehingga mereka lebih siap masuk ke dunia kerja. Selain itu, program pemagangan juga dilakukan untuk mendidik para pencari kerja melalui praktek langsung di perusahaan.
Para pencari kerja yang selesai mengikuti program pelatihan kerja maupun pemagangan, “Bisa masuk ke dunia kerja ataupun menjadi wirausahawan,” pungkas Hery.