Iqbal Musyaffa
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui saat ini belum memiliki data spesifik terkait pertumbuhan ekonomi digital. Padahal, sektor ekonomi yang satu ini memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan saat ini sedang melakukan pembahasan dan kajian bersama IDEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia) untuk menghasilkan fitur pertumbuhan ekonomi digital.
“Saat ini kita baru menangkap data tingkat konsumsi secara umum, belum dipilah offline dan online,” kata Suhariyanto, Selasa.
Melalui data pertumbuhan ekonomi digital nanti menurut dia akan diketahui pergeseran pola konsumsi masyarakat dari konsumsi belanja konvensional menuju belanja secara digital.
"Tren ekonomi digital memang tinggi, tapi share saat ini masih di kisaran 1-2 persen,” jelas dia.
Dalam data yang akan dihasilkan nanti juga akan diketahui secara rinci besaran kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.
Data pertumbuhan ekonomi digital perlu untuk dihasilkan meskipun secara teori kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional saat ini sudah tercantum dalam setiap data yang dihasilkan BPS, yang tercermin dari pola konsumsi masyarakat secara keseluruhan.