Muhammad Nazarudin Latief
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Menteri Perdagangan Hongkong, Edward Yau, telah menandatangani persetujuan Perdagangan Bebas dan Investasi ASEAN-Hongkong, di Manila, Filipina.
Penandatanganan ini merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang digelar di tempat yang sama.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan persetujuan ini berkomitmen mewujudkan kerja sama perdagangan yang lebih efektif dan saling menguntungkan dalam Economic and Technical Cooperation (ECOTECH).
Program utamanya adalah penghapusan atau penurunan tarif barang dari Hongkong ke negara-negara ASEAN ataupun sebaliknya. Keuntungan lain adalah negara ASEAN juga berkesempatan menjadikan Hongkong sebagai transit ekspor ke negara lain.
“Ada juga komitmen meningkatkan potensi dan daya saing UMKM, fasilitasi perdagangan, dan e-commerce,” ujar Menteri Enggar dalam siaran persnya, Selasa.
Perundingan perdagangan bebas ASEAN- Hongkong, China (ASEAN- Hongkong, China Free Trade Agreement/AHKFTA) dan investasi (ASEAN- Hongkong, China Investment) telah dimulai sejak 2014.
Menteri Enggar yakin, lewat penandatanganan kerjasama ini, investasi yang masuk ke Indonesia akan semakin banyak. Terutama dalam bidang transportasi dan logistik, jasa pariwisata, dan perbankan.
Hal ini menurutnya akan mendorong tumbuhnya sektor industri manufaktur yang akan memanfaatkan Hongkong sebagai tujuan ekspor maupun sebagai hub ekspor. Selama ini, Indonesia memang belum memanfaatkan Hongkong sebagai hub ekspor secara maksimal, tertinggal dibanding negara ASEAN lain.
Menurut data Kementerian Perdagangan, Hongkong merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-15 terbesar bagi Indonesia. Invetasinya sebesar USD 2,6 miliar dan merupakan investor terbesar ke-4.
Total nilai perdagangan kedua negara pada tahun yang sama mencapai USD 3,91 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia ke Hongkong sebesar USD 2,14 miliar dan impor sebesar USD 1,77 miliar. Ini memberikan surplus bagi Indonesia sebesar USD 371 juta.
Bagi ASEAN, Hongkong merupakan mitra dagang terbesar ke-6 di tahun 2016 dengan nilai perdagangan USD 93,3 miliar atau 4,2% dari total nilai perdagangan ASEAN dengan negara lain.
Sedangkan investasi asing langsung (FDI) Hongkong ke ASEAN sebesar USD 9,6 miliar atau 9,9% dari total nilai FDI di ASEAN.