İqbal Musyaffa
08 Juni 2018•Update: 09 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepercayaan investor asing pada perekonomian Indonesia terus tumbuh dan menguat, yang terlihat dari mulai derasnya arus modal yang masuk (capital inflow) ke dalam negeri, kata bank sentral Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam diskusi media di Jakarta, Jumat, mengatakan sejak tanggal 24 Mei hingga dua hari lalu arus modal yang masuk ke dalam negeri sudah mencapai Rp13 triliun.
“Capital inflow tersebut masuk dalam bentuk obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan juga saham,” ujar Perry.
Sementara pada penghujung Mei tanggal 28 hingga 31, sebanyak Rp4 triliun arus modal masuk dalam bentuk obligasi dan saham. Dengan menguatnya kepercayaan investor asing, Perry menegaskan bahwa BI akan terus melakukan langkah menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil.
Walaupun masih ada ketidakpastian dalam perekonomian global, Perry menyebut BI belum akan mengambil inisiatif ataupun rencana kebijakan untuk menerapkan pajak pada setiap arus modal asing yang akan keluar (capital outflow) dari Indonesia.
Namun, dia mengakui penerapan pajak untuk capital outflow merupakan salah satu instrumen yang dapat diterapkan suatu negara untuk menjaga aliran modal asing agar tidak mudah keluar.
“Kalau arus modal yang keluar berjangka pendek, pajaknya tinggi. Kalau arus modal keluar jangka panjang, pajaknya lebih rendah. Tapi BI belum akan menerapkannya,” tegas Perry.