İqbal Musyaffa
08 Juni 2018•Update: 09 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menyebut Indonesia terus menunjukkan geliat perekonomian yang terlihat dari hasil survei penjualan eceran yang dilakukan oleh bank sentral baru-baru ini.
Berdasarkan survei penjualan eceran Bank Indonesia, tampak pertumbuhan penjualan eceran lebih tinggi yang didukung oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Indikasi ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 4,1 persen (yoy) pada April 2018, meningkat dari 2,5 persen (yoy) pada Maret 2018,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam diskusi media di Jakarta, Jumat.
Penjualan survei tersebut, tercatat pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh 11,5 persen (yoy), atau meningkat dari bulan sebelumnya yang saat itu tumbuh 5,9 persen (yoy).
Selain itu, dalam survei yang sama, peningkatan penjualan ritel juga ditopang oleh kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau yang tercatat tumbuh menjadi 7,7 persen (yoy), dibandingkan 6,8 persen (yoy) pada Maret 2018.
“Penjualan eceran diprediksi terus tumbuh 4,4 persen (yoy) pada Mei 2018, lebih tinggi dari bulan April,” imbuh dia.
Pertumbuhan penjualan pada Mei, menurut Perry, terutama bersumber dari penjualan kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 2,4 persen (yoy) pada April.
Penjualan komoditas peralatan informasi dan komunikasi juga membaik, dari -12,7 persen (yoy) pada April 2018 menjadi -9,1 persen (yoy) pada Mei.
“Hasil survei juga mengindikasikan adanya penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang [Juli 2018] sejalan dengan berakhirnya faktor musiman Ramadan dan Idul Fitri,” jelas Perry.
Indikasi tersebut tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang menjadi 153,7 dari 169,0 pada bulan sebelumnya.