Hakan Çopur
19 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Hakan Çopur
WASHINGTON
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dilaporkan akan berkunjung ke Timur Tengah yang sebelumnya sempat tertunda pada pertengahan Januari mendatang.
Kantor media Pence menyatakan, penyebab tertundanya kunjungan tersebut adalah “proses mengenai undang-undang pajak baru di Kongres AS”.
Pence yang sebelumnya akan mengunjungi Mesir dan Israel pada 19 Desember dikabarkan menunda kunjungannya karena meningkatnya reaksi di kawasan tersebut, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Setelah mengunjungi Mesir, Pence sebelumnya disebutkan akan berbicara kepada Parlemen Israel, Knesset.
Setelah pernyataan Trump tersebut, Wakil Presiden AS Mike Pence dinyatakan sebagai orang yang tidak diinginkan di Palestina.
Pejabat Palestina termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas membatalkan program pertemuan mereka dengan Pence.
Selain itu, Sheikh Al-Azhar di Mesir, Ahmed el-Tayep dan pemimpin Gereja Koptik Mesir Paus Tawadros II juga dilaporkan membatalkan pertemuannya dengan Pence.