24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Menteri Luar Negeri Turki dan Mesir pada hari Minggu berbincang melalui telepon menyusul pembatasan masuk kompleks Masjid al-Aqsa oleh Israel, menurut sumber diplomatik.
Mevlut Cavusoglu and Sameh Shoukry mendiskusikkan perkembangan mutakhir di al-Aqsa, menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya karena pembatasan berbicara ke media.
Sebelumnya, Cavusoglu juga membahas al-Aqsa dengan menteri luar negeri Pakistan, Uzbekistan, dan Jordania.
Kerusuhan dan protes belakangan meluas di Yerusalem dan Tepi Barat menyusul pemberlakuan detektor logam di gerbang al-Aqsa oleh pihak keamanan Israel.
Kebijakan itu, menurut Israel, adalah standar ukuran keamanan sebagai respon atas baku tembak yang menyebabkan 2 petugas polisi Israel dan 3 orang Palestina tewas.
Yerusalem merupakan kota suci bagi Muslim, Yahudi, dan Kristen. Masjid al-Aqsa mewakili situs tersuci ketiga di dunia Islam.
Dilaporkan oleh Ecenur Colak; Ditulis oleh Fatih Hafız Mehmet