Hayati Nupus
09 April 2020•Update: 13 April 2020
JAKARTA
Buruh Myanmar menutup enam pabrik garmen, setelah terjadi konflik dengan pengusaha karena upah yang belum dibayar.
“Kami menutup sementara, sesuai instruksi pemerintah,” ujar Ketua Federasi Buruh Garmen Myanmar (FGWM) Ma Moe Sandar Myint, kutip the Myanmar Times, hari ini.
Myint mengatakan demonstrasi buruh yang sudah dimulai beberapa waktu lalu juga dihentikan untuk sementara.
Jika tuntutan pembayaran upah itu tidak dipenuhi ketika kondisi sudah normal, “Buruh akan melanjutkan demonstrasi dan membuka kembali posko,” imbuh Myint.
Dari enam pabrik tersebut, perselisihan yang sudah rampung baru terjadi di K World dan Charis Garment.
Sedang Amber Stone belum membayar upah Maret hingga kini.
Untuk pabrik Myan Mood, buruh akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Korea di Myanmar.
Sementara buruh Xiang Yi dan Myanmar Uniview akan terus bernegosiasi dengan kantor mereka.
“Buruh mengalami kesulitan. Beberapa dari mereka tidak bisa membayar sewa asrama karena belum memperoleh upah,” kata Myint.