Saadet Gökce, Berk Kutay Gökmen
13 Mei 2026•Update: 13 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke China di tengah berlangsungnya perang dengan Iran.
Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden AS yang masih menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir.
Trump tiba di Bandara Internasional Beijing Capital dan dijadwalkan langsung menuju hotel tempatnya menginap.
Pada Kamis, Presiden China Xi Jinping akan menjamu Trump dalam pertemuan tingkat tinggi di Great Hall of the People di Beijing.
Konflik Timur Tengah, isu Taiwan, perdagangan, dan tarif diperkirakan menjadi agenda utama pembicaraan kedua pemimpin.
Sebelumnya, Trump mengatakan akan mengangkat isu penjualan senjata ke Taiwan serta kasus taipan media Hong Kong Jimmy Lai yang dipenjara.
Sementara itu, Beijing menyatakan kedua pemimpin akan membahas “isu-isu utama terkait hubungan China-AS, perdamaian dunia, dan pembangunan.”
Trump didampingi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta sejumlah CEO perusahaan besar AS, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga dijadwalkan bergabung dengan Trump di Beijing setelah menggelar pembicaraan perdagangan dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Korea Selatan.