Servet Günerigök
23 Februari 2023•Update: 08 Maret 2023
WASHINGTON
Duta Besar baru Turkiye untuk PBB Sedat Onal pada Rabu menekankan bahwa gerakan-gerakan cepat dari visi diplomatik diperlukan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Berbicara pada rapat darurat tentang Ukraina di Majelis Umum PBB, Onal mengatakan fakta bahwa perang di Ukraina akan "memasuki tahun kedua dengan sedikit prospek perdamaian yang sangat mengecewakan."
“Lintasan krisis tidak dapat diputuskan hanya dengan dinamika medan pertempuran. Visi yang jelas untuk mengakhiri perang ini melalui diplomasi harus diartikulasikan lebih cepat daripada nanti,” kata dia.
Dubes Onal mengatakan bahwa sejak hari pertama, Turkiye telah mengambil posisi berprinsip dalam hal menolak perang di Ukraina dan menyebut hal itu tidak dapat diterima.
“Kami juga berusaha memfasilitasi diplomasi pada tahap awal baik di Antalya maupun İstanbul,” lanjut dia.
Onal juga mengutip Inisiatif Gandum via Laut Hitam yang ditengahi oleh Turkiye dan PBB dan mengatakan negaranya telah membuktikan bahwa diplomasi dapat memberikan hasil.
“Memasuki tahun kedua konflik ini, Türkiye akan tetap terlibat dalam semua upaya untuk mencapai tujuan ini,” tambah dia.
Dia juga menegaskan kembali posisi Turkiye dalam perang dan mengatakan Ankara sepenuhnya mendukung integritas, kemerdekaan, dan kedaulatan wilayah Ukraina.
"Kami terus berdiri teguh menentang perang ini dan menolak aneksasi wilayah Ukraina di bawah kendali Rusia," pungkas dia.