Nanı Afrıda
19 Januari 2020•Update: 20 Januari 2020
BERLIN
Turki mengharapkan hasil positif dari konferensi perdamaian Libya di Berlin, kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Minggu.
Berbicara kepada wartawan di Berlin menjelang konferensi, Cavusoglu mengatakan negara-negara yang berpartisipasi telah mencapai pemahaman bersama tentang rancangan komunike selama pertemuan tingkat kerja di antara para diplomat pada Sabtu malam.
“Ada draft yang disepakati oleh para peserta. Sekarang ini akan dibahas di tingkat petinggi, ”kata Cavusoglu.
Jerman mengundang negara-negara besar dan aktor-aktor regional untuk hadir dalam konferensi perdamaian terkait Libya dalam upaya untuk merundingkan kesepakatan gencatan senjata yang langgeng dan membuka jalan bagi solusi politik.
Cavusoglu menggarisbawahi bahwa Turki telah mendukung inisiatif Jerman sejak awal, dan memberikan kontribusi positif bagi inisiatif itu sejak September.
"Kami berharap bahwa konferensi hari ini akan berkontribusi pada gencatan senjata yang langgeng dan menciptakan proses politik," kata dia sambil menambahkan bahwa Turki akan terus mendukung upaya ini.
Namun menlu Turki ini juga memperingatkan terhadap ekspektasi tinggi dari pertemuan hari Minggu. Menurutnya pertemuan satu hari saja tidak dapat menyelesaikan semua masalah dan mengakhiri konflik Libya.
Para pemimpin, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, berkumpul di Berlin pada Minggu atas undangan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Pemerintah Jerman mengumumkan bahwa Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj yang diakui secara internasional dan komandan Haftar yang berbasis di timur juga diundang untuk konferensi tersebut.
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo juga tiba di Berlin untuk bergabung dalam konferensi itu, dan melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan rekan-rekannya.
Pejabat tinggi dari Mesir dan UEA, pendukung utama panglima perang Libya Haftar, juga diharapkan untuk mengambil bagian dalam konferensi tersebut.
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, dan Presiden Republik Kongo Denis Sassou Nguesso, yang mengetuai Komite Tingkat Tinggi Uni Afrika untuk Libya, juga diundang.