Fatih Erel
08 November 2017•Update: 09 November 2017
Fatih Erel
GENEVA
Hampir 100 pengungsi tewas di Laut Mediterania dalam rentang waktu empat hari saja, termasuk 26 perempuan dari Nigeria, lapor PBB pada Selasa.
Sebanyak 34 jasad telah ditemukan dan sekitar 50 lainnya masih hilang, kata juru bicara Organisasi Migrasi Internasional (IOM) Joel Millman pada konferensi pers di Jenewa pada Selasa.
"Kebanyakan pengungsi yang diselamatkan dalam beberapa hari ini adalah dari Afrika Barat, tapi ada juga dari negara-negara lain: Bangladesh, Eritrea, Mesir, Sudan, Maroko, Suriah dan Libya," jelas Millman.
Jasad 23 perempuan Nigeria itu ditemukan di perahu karet yang tenggelam di pesisir Libya 3 November lalu. 64 orang lainnya diselamatkan dari perahu itu, dan menurut laporan penumpang selamat, total 140 orang menaiki perahu itu. 50 lainnya masih dianggap hilang, kata Millman.
Dalam misi penyelamatan lainnya, jasad tiga perempuan Nigeria ditemukan di perahu yang mengangkut 139 migran, tambah Millman.
"Dengan ditemukannya jasad perempuan saja, pihak berwenang Salerno mengambil keputusan menyelidiki kematian mereka dan tidak menutup kemungkinan mereke dibunuh," kata dia.
Federico Soda, Direktur Kantor Mediteranea IOM, mengatakan: "Sangat mungkin perempuan-perempuan ini adalah korban perdagangan manusia, mungkin untuk ekploitasi seksual. Sebuah laporan IOM mengestimasi 80 persen perempuan Nigeria yang tiba di Italia lewat jalur laut adalah korban trafficking."
Yang lebih mengkhawatirkan, kata Soda, banyak perempuan itu berusia 18 tahun atau bahkan lebih muda.
Menurut PBB, sejauh ini pada 2017 sebanyak 154.609 migran dan pengungsi tiba di Eropa lewat jalur laut.