Erric Permana
30 November 2017•Update: 02 Desember 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Rekonsiliasi Nasional Libya membantah adanya perdagangan manusia seperti diberitakan Media Amerika Serikat CNN.
Duta Besar Libya untuk Indonesia Sadegh M.O. Bensadegh mengatakan tawar menawar warga Afrika seperti yang ada di dalam video CNN bukan sebuah transaksi perdagangan manusia. Tetapi merupakan penawaran biaya para imigran untuk menuju ke Eropa.
“Tawar menawar adalah biaya transfer mereka, bukan kebebasan mereka untuk tujuan perbudakan,” ujar Sadegh M.O. Bensadegh di Kedutaan Besar Libya untuk Indonesia di Jakarta, Kamis.
Dia mengungkapkan para imigran paling banyak berasal dari Senegal dan juga Nigeria.
Dia menduga penyelundupan imigran ilegal ke negaranya untuk transit ke negara Eropa didalangi oleh mafia internasional.
Jika pun ada praktik perdagangan manusia, dia mengatakan bahwa hal itu merupakan dampak dari migrasi ilegal.
“Libya merupakan negara yang terkena dampak serta menolak tanggung jawab atas fenomena imigrasi ilegal,” sebut Bensadegh.
Dia menambahkan, imigrasi ilegal merupakan tanggung jawab bersama antara negara asal imigran, negara transit dan juga negara tujuan.
Bahkan kata dia, negaranya telah menggelontorkan dana untuk membangun fasilitas penampungan imigran gelap untuk dapat kembali ke negaranya.
Meski demikian, Pemerintah Rekonsiliasi Nasional Libya akan melakukan investigasi terhadap adanya dugaan perdagangan manusia itu.
“Berdasarkan ajaran Islam, tradisi rakyat Libya dan konvensi internasional menolak dan mengecam praktik merendahkan martabat manusia,” kata dia.