Diyar Guldogan
04 Februari 2025•Update: 17 Februari 2025
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa.
Setelah pertemuan, yang akan menandai pertemuan pertama Trump dengan pemimpin asing sejak pelantikannya pada 20 Januari, Trump dan Netanyahu akan mengadakan konferensi pers.
Kunjungan Netanyahu ke Washington, DC dilakukan saat gencatan senjata antara Israel dan kelompok Palestina Hamas terus berlangsung di Jalur Gaza, tempat lebih dari 47.500 warga Palestina tewas sejak 7 Oktober 2023.
Trump mengatakan pada Senin bahwa dia tidak dapat menjamin bahwa gencatan senjata di Gaza akan berlaku dan mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa dia "tidak memiliki jaminan" bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku.
"Saya telah melihat orang-orang dianiaya. Tidak seorang pun pernah melihat hal seperti itu. Tidak, saya tidak punya jaminan bahwa perdamaian akan terwujud," katanya.
Menjelang keberangkatannya pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan mengadakan "pertemuan yang sangat penting" dengan Trump untuk membahas "kemenangan atas Hamas, mencapai pembebasan semua sandera kami, dan menangani poros teror Iran dalam semua komponennya."
Netanyahu akan menghadapi gelombang protes selama berada di AS.
Para pengunjuk rasa pro-Palestina, termasuk orang Yahudi Ortodoks anti-Zionis Amerika, berencana melakukan demonstrasi menentang Netanyahu.