27 Juli 2017•Update: 27 Juli 2017
Nour Abus Aisha
Gaza City, Palestina
Beberapa faksi di Palestina menilai langkah keamanan Israel menarik kebijakan kontroversialnya di Masjid al-Aqsa merupakan kemenangan bagi warga Palestina.
“Kami memastikan, apa yang terjadi pada hari ini (Kamis) merupakan hari yang bersejarah bagi Palestina,” ungkap kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh.
“Masyarakat kami, dan masyarakat al-Quds (Jerusalem) telah membuktikkan bahwa kami memiliki hak istimewa untuk menjaga Masjid al-Aqsa, dan tanah suci umat Islam dan Kristen di sana,” Haniyeh menambahkan.
Haniyeh mengatakan gerakan nasional yang merupakan gabungan dari faksi – faksi yang ada di Palestina dan warga sipil Palestina adalah alasan kemenangan dalam pertempuran ini.
Gerakan Jihad Islam juga memberikan komentarnya, “kemenangan ini tidak dapat dicapai tanpa persatuan … pertama-tama dan yang paling utama, otoritas yang menaungi (Masjid al-Aqsa).”
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Palestina atas kemenangan ini yang membuat Israel bertekuk lutut pada perlawanan rakyat Palestina,” ucap Muhammad al-Hindi, anggota biro politik Gerakan Jihad Islam.
Al-Hindi menambahkan, “pencapaian ini menjadi sebuah pembelajaran kepada Israel, bawah kekuatannya dibatasi oleh semangat juang dan pengorbanan warga Palestina."
Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina (PFLP) menyebutkan penghapusan kebijakan keamanan Israel di Masjid al-Aqsa sebagai “pelajaran yang besar”.
“Pertempuran kami dengan penjajahan Israel masih berlangsung, dan ini terus berlangsung hingga pembebasan penuh atas tanah Palestina,” ucap Mariam Abu Daqqa, anggota biro politik PFLP.
Abu Daqqa meminta kepada warga Palestina untuk melanjutkan perjuangannya, dan meningkatkan pencapaian yang telah diraih.
Sebelumnya, para tokoh agama mengumumkan pada Kamis ini, umat Islam kembali dapat mendirikan shalat di Masjid al-Aqsa.
Kebijakan keamanan Israel memaksa umat Islam Palestina untuk salat di jalanan dekat kompleks Masjid al-Aqsa sejak 14 Juli lalu.
Keputusan mengizinkan umat Islam Palestina kembali shalat di masjid al-Aqsa diputuskan setelah pertemuan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh besar Islam dari dewan wakaf Jerusalem.
Hal tersebut diikuti perayaan yang dilakukan warga Palestina atas kemenangannya melawan pemberlakuan detektor logam oleh Israel, dan beberapa kamera pengawas di gerbang Masjid al-Aqsa. Kebijakan tersebut diterapkan setelah baku tembak yang menewaskan dua aparat kepolisian Israel, dan tiga warga Palestina.