28 Juli 2017•Update: 28 Juli 2017
Ye Kyaw Lynn
YANGON, Myanmar
Departemen Kesehatan Myanmar mengkonfirmasi Kamis bahwa dua pasien lagi tewas setelah mengidap virus H1N1 di sebuah rumah sakit di Yangon, menambah jumlah korban menjadi lima orang tewas sejak Selasa lalu.
Dalam siaran persnya, departemen kesehatan menyatakan bawa ada sekitar 30 pasien lainnya yang positif terinfeksi virus H1N1 atau umumnya dikenal sebagai flu babi dan sedang dirawat di rumah sakit di Yangon dan daerah lainnya.
Meskipun laporan media lokal mengatakan total enam orang yang tewas - termasuk seorang anak usia enam tahun yang meninggal karena masalah pernapasan, sebuah kota kecil di negara bagian Chin- karena virus mematikan itu, departemen kesehatan menyatakan bahwa anak itu tidak mengidap flu babi.
Dijelaskan kelima pasien yang tewas termasuk seorang wanita hamil berusia 25 tahun yang meninggal hari Selasa, dan dan seorang anak perempuan berusia lima tahun yang meninggal hari Rabu.
Pihak berwenang pada hari Minggu mengeluarkan 'peringatan kesehatan’ meminta orang dengan demam musiman untuk menjaga jarak dari keramaian, dan rumah sakit daerah supaya cepat dalam melakukan diagnosa.
Kementerian kesehatan juga menegaskan telah terjadi wabah flu burung di Dawei, ibukota wilayah selatan Tanintharyi, dan sekitar 2.000 ekor ayam telah dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus H5N1 atau virus flu burung.
Menurut laporan media lokal, pemerintah daerah memberlakukan larangan sementara untuk penjualan ayam dan telur, serta menutup semua sekolah (kecuali universitas) di kota Dawei minggu ini.
Wabah pertama flu babi di negara itu dikonfirmasi pada tahun 2009 dengan total 66 orang pasien dinyatakan positif H1N1. Meski demikian tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.