20 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Sebuah survei di Perancis mengungkapkan 65 persen pengusaha mendukung gerakan protes “Rompi Kuning”, lapor radio Prancis pada Rabu.
Perusahaan riset "Opinionway" mengungkapkan sebanyak 72 persen pemilik usaha tidak senang dengan kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kondisi ini sangat kontras dengan popularitas Macron pada Mei 2017 saat mulai berkuasa. Saat itu, 75 persen eksekutif perusahaan papan atas merasa puas dengan kebijakan Macron.
Selain itu, 70 persen pengusaha mengatakan protes itu sangat mempengaruhi ekonomi perusahaan.
Sekitar 47 persen pengusaha menilai ekonomi Perancis telah memburuk, sementara 8 persen berpikir kondisinya sudah membaik.
Sekitar 28 persen pengusaha mengatakan mereka menghadapi penghalang jalan selama demonstrasi.
Survei dilakukan dari 6-12 Desember dengan partisipasi 604 pengusaha.
Sejak 17 November, ribuan pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibukota Paris, untuk memprotes kenaikan pajak BBM dan memburuknya situasi ekonomi
Para demonstran, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa yang tinggi di kota-kota, telah meminta Macron memotong pajak BBM dan mengurangi kesulitan ekonomi mereka.
Selama demonstrasi, setidaknya empat orang tewas dan lebih dari seribu orang terluka.
Di bawah tekanan demonstran, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum dan juga menghentikan kenaikan pajak BBM yang kontroversial.