Pizaro Gozali İdrus
28 Agustus 2018•Update: 28 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Senegal menggandeng Indonesia untuk mendorong geliat ekonomi Islam di negara Afrika tersebut.
Kepala Bapenas Senegal Syeikh Kante dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Senin di Jakarta menyampaikan negaranya akan menjadi tuan rumah Konferensi Islam Internasional dan Kebijakan Ekonomi Islam pada 13 September 2018.
Menurut Kante, Indonesia diundang karena kapasitasnya sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan memiliki nilai-nilai Islam moderat.
Selain itu, Kante juga mendorong kerja sama ekonomi untuk mendukung pembangunan Senegal.
Menteri Retno menyambut baik tawaran Menteri Kante agar Indonesia dapat berperan aktif dalam proyek-proyek di Senegal, khususnya pada bidang pertanian, infrastruktur, perumahan yang didasarkan pada equal partnership.
Menurut Menteri Retno, "Hubungan kerja sama ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan 11,38 persen per tahun."
Nilai perdagangan Indonesia-Senegal mencapai nilai USD 98,54 juta pada tahun 2017.
Saat ini, Senegal adalah mitra kerja untuk industri produk dan jasa strategis Indonesia antara lain pesawat karya PT. Dirgantara Indonesia dan Kapal Laut buatan PT. PAL Indonesia.
Kedua Menteri juga menyambut baik rencana Senegal untuk membuka kembali Kedutaan Besar Senegal di Jakarta yang akan semakin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara