ISTANBUL
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berdiskusi dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terkait hubungan bilateral dalam sebuah konferensi video pada Sabtu.
Menyoroti hubungan kedua negara telah “meningkat jauh berdasarkan target kemitraan strategis komprehensif,” Erdogan mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik keputusan Malaysia yang memberikan jalan kepada Republik Turki Siprus Utara (TRNC) untuk membuka kantor perdagangan di Malaysia,” kata pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turkiye.
Presiden Turkiye menyebut hubungan dalam industri pertahanan telah menjadi "lokomotif" hubungan kedua negara, dan mereka ingin segera menyelesaikan kesepakatan bersama di bidang ini untuk memenuhi keinginan Malaysia.
Menekankan semua phak perlu membangun sikap yang kuat dan tegas melawan aksi penistaan terhadap Al-Quran, Erdogan mengatakan keputusan yang diambil pada Pertemuan Luar Biasa para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) penting dalam hal ini.
Usai menerima undangan resmi dari PM Malaysia Anwar, Erdogan mengatakan dirinya akan segera mengunjungi Malaysia jika ada kesempatan.
Menyampaikan pentingnya memasukkan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) ke dalam daftar organisasi teroris di Malaysia, Erdogan mengatakan Turkiye mengharapkan dukungan kuat dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam hal ini.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen memimpin upaya kudeta yang telah digagalkan pada 15 Juli 2016, yang mana upaya pemberontakan militer itu telah menyebabkan 253 orang tewas dan 2.734 lainnya terluka di Turkiye.
Ankara juga menuduh kelompok teroris itu berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
