Alperen Aktas
14 Juli 2023•Update: 19 Juli 2023
ISTANBUL
Presiden RI Joko Widodo pada Jumat menekankan bahwa Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tidak boleh menjadi tempat konflik dan proxy atau alat yang digunakan oleh negara mana pun.
“Kami di ASEAN berkomitmen untuk terus memperkuat persatuan dan solidaritas serta memperkuat sentralitas ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Widodo pada pertemuan ke-56 menteri luar negeri ASEAN.
Indonesia menjadi ketua ASEAN yang kelima kalinya – 1976, 1996, 2003, 2011, 2023 –, dan Jakarta menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Luar Negeri ke-56 yang berakhir pada Jumat.
“ASEAN tidak boleh menjadi area persaingan. Itu tidak akan menjadi proxy ke negara mana pun, dan kita harus menghormati hukum internasional. Jadi, kami sangat mengharapkan kerja sama dan dukungan dari mitra ASEAN,” kata Jokowi, menurut Antara News.
“Ada pepatah di Indonesia: ‘Kita bisa menjadi pemenang tanpa merendahkan yang lain, tanpa mengalahkan yang lain.’ Untuk itu, saya mengajak kita menjadi pemenang yang terhormat,” kata Presiden Jokowi.
Dalam pernyataan bersama pada Kamis, para menlu ASEAN menegaskan kembali dukungan berkelanjutan blok tersebut terhadap upaya Myanmar untuk “membawa perdamaian, stabilitas, supremasi hukum, mempromosikan keharmonisan dan rekonsiliasi di antara berbagai komunitas, serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan adil di Negara Bagian Rakhine.”
Mereka menekankan dukungan berkelanjutan ASEAN untuk memastikan keselamatan dan keamanan bagi semua komunitas di Negara Bagian Rakhine “sefektif mungkin dan memfasilitasi pemulangan sukarela orang-orang terlantar dengan cara yang aman, terjamin, dan bermartabat.”