Muhammad Abdullah Azzam
20 September 2018•Update: 20 September 2018
Islam Dogru
NEW YORK
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat baru-baru ini, anak-anak dan remaja yang dibesarkan dengan kegiatan keagamaan tampak lebih sehat secara fisik dan mental pada usia lanjut.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Kesehatan Masyarakat Harward T.H. Chan dan diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, para ilmuwan meneliti perkembangan fisik dan mental yang dialami oleh sekitar 5.000 orang berusia 8-14 tahun yang mengikuti kegiatan keagamaan hingga usia 20 tahunan.
Hasilnya, 18 persen anak-anak atau remaja yang memasuki usia 20-an dan sejak kecil telah menghadiri kebaktian keagamaan setidaknya sekali dalam seminggu, lebih bahagia daripada mereka yang tidak pernah menghadiri kegiatan keagamaan.
Selain itu, penelitian itu juga mengungkap bahwa lebih dari 30 persen anak-anak dan remaja yang menghadiri kegiatan keagamaan lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial. Sementara, 33 persen dari kategori ini memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk menggunakan narkoba.
Dalam penelitian itu, mereka yang beribadah atau bermeditasi setiap hari merasa lebih bahagia dan senang dari pada mereka yang tidak melakukan ibadah atau meditasi. Mereka diketahui dapat mengatur perasaan lebih baik dan lebih mudah memaafkan.
Ying Chen, peneliti yang menulis jurnal ini, mengungkapkan bahwa penelitian ini sangat penting untuk memahami perilaku sehat dan peran keluarga.
"Riset ini menunjukkan bahwa pendidikan agama bagi anak-anak memiliki dampak yang kuat pada perilaku anak, kesehatan, kesehatan mental, kebahagiaan secara menyeluruh, dan mempengaruhi hal-hal yang baik," ujar dia.