Dunia

Menlu Turkiye: Serangan udara tidak akan jatuhkan rezim Iran

Menlu Turkiye menegaskan Iran tidak memiliki senjata nuklir dan tidak ada bukti niat untuk mengembangkannya

Gokhan Celiker, Muhammad Abdullah Azzam  | 10.02.2026 - Update : 10.02.2026
Menlu Turkiye: Serangan udara tidak akan jatuhkan rezim Iran Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan.

ANKARA

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengatakan serangan udara terhadap Iran tidak akan menyebabkan runtuhnya rezim di negara tersebut, seraya menilai anggapan perubahan rezim melalui kekuatan militer sebagai ilusi.

Fidan menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara langsung dengan CNN Turk pada Senin (10/2), ketika ditanya apakah rezim Iran akan runtuh jika diserang dengan tujuan menggulingkannya.

“Tidak, itu tidak akan runtuh. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai skenario tertentu di Iran, tetapi rezim tidak akan berubah melalui serangan udara atau cara lain. Itu hanyalah angan-angan,” kata Fidan.

Menurut dia, serangan semacam itu justru berpotensi melemahkan pemerintahan dan sistem negara, sehingga tidak mampu memberikan layanan kepada masyarakat. Dalam kondisi tersebut, rezim yang ada bisa mengambil langkah-langkah yang lebih radikal atau mencoba mentransformasi dirinya.

Pernyataan Fidan disampaikan di tengah persiapan Iran dan Amerika Serikat untuk melanjutkan putaran perundingan berikutnya, yang kembali digelar di Oman pada Jumat lalu setelah terhenti hampir delapan bulan.

Fidan menegaskan isu Iran telah mendominasi agenda internasional dan kawasan tidak mampu menanggung perang baru. Ia menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan menunjukkan kepekaan tinggi terhadap isu tersebut dan Turkiye berupaya menggunakan seluruh sarana diplomatik guna mencegah konflik.

Ia juga mengatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memberikan penjelasan kepadanya mengenai proses negosiasi, sementara Ankara tetap menjalin komunikasi dengan pihak Amerika Serikat.

Meski menyebut ketegangan saat ini sebagai persoalan yang sulit diselesaikan secara cepat, Fidan menilai terdapat kemauan yang jelas dari semua pihak untuk melanjutkan perundingan dan menjauh dari ancaman perang. Menurutnya, saat ini tidak terlihat adanya ancaman perang yang bersifat langsung.

Terkait isu nuklir Iran, Fidan menegaskan Iran tidak memiliki senjata nuklir dan tidak ada data yang menunjukkan Teheran berniat membangunnya. Ia mengatakan pengayaan uranium saja tidak cukup untuk menghasilkan senjata nuklir tanpa pengembangan hulu ledak dan integrasi sistem persenjataan.

“Iran tidak memiliki bom atom dan tidak ada data bahwa mereka ingin membuatnya,” ujar Fidan.

Ia menambahkan Turkiye tidak menginginkan perubahan drastis dalam keseimbangan kekuatan kawasan, karena hal itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir dan merusak semangat kerja sama regional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın