Muhammad Abdullah Azzam
11 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
NOUAKCHOTT
Ulama Mauritania menyerukan kepada dunia Islam dan Arab untuk memboikot perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).
Para ulama Mauritania menghadiri simposium bertema “al-Quds” di ibu kota Nouakchott, mereka menyerukan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dunia Islam dan Arab untuk memboikot AS serta tidak mengimpor barang-barang dari AS.
Para ulama yang hadir meminta rakyat Arab untuk melanjutkan aksi intifada sampai pemerintah AS meralat keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, serta meminta pemerintah Mauritania untuk memutuskan hubungan dengan Washington.
Peserta simposium memuji sikap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada persoalan Palestina, dan para ulama menginginkan para pemimpin Arab memiliki sikap yang sama dengan Presiden Erdogan.
Israel, yang menduduki Yerusalem Timur pada 1967, secara sepihak mendeklarasikan bagian timur dan barat Yerusalem sebagai ibu kota pada 1980 silam.
Dewan Keamanan PBB membatalkan aneksasi dan deklarasi Israel tersebut dengan mengeluarkan resolusi 478 pada tahun yang sama.
AS menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel melalui keputusan Trump, Rabu lalu.
Pemerintahan Trump menuai reaksi keras dari masyarakat internasional karena mengabaikan peringatan dari mayoritas negara dunia.
Pernyataan Trump dinilai akan menimbulkan kisruh dan konflik Israel-Arab akan semakin tak terselesaikan.
Tidak hanya meneriakkan pengakuannya, Trump juga telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri AS untuk bersiap memindahkan kedutaan besar mereka di Tel Aviv ke Yerusalem.