Dunia

Israel umumkan perluas operasi militer untuk rebut lebih banyak wilayah di Gaza

Menteri Pertahanan Israel, Katz menambahkan bahwa operasi militer tersebut akan diperluas dan mencakup evakuasi besar-besaran warga Palestina di wilayah operasi tentaranya.

Abdelraouf Arnaout  | 02.04.2025 - Update : 03.04.2025
Israel umumkan perluas operasi militer untuk rebut lebih banyak wilayah di Gaza Ilustrasi: Warga Palestina berjalan di tengah runtuhan bangunan pasca serangan militer Israel.

YERUSALEM

Israel hari Rabu mengumumkan perluasan operasi militernya di Jalur Gaza dengan tujuan untuk merebut lebih banyak wilayah dalam rangka perang genosida di daerah kantong Palestina tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengklaim bahwa tentaranya memperluas serangannya terhadap kelompok Hamas, yang mana ia mengatakan bahwa tentaranya akan membersihkan wilayah "untuk merebut wilayah yang luas yang akan ditambahkan ke wilayah keamanan Israel."

Katz menambahkan bahwa operasi militer tersebut akan diperluas dan mencakup evakuasi besar-besaran warga Palestina di wilayah operasi tentaranya.

Dalam dua hari terakhir, tentara Israel mengeluarkan beberapa perintah evakuasi kepada warga Palestina dari wilayah di Gaza utara dan selatan, yang memperburuk kondisi kemanusiaan warga.

Israel memulai operasi udara mendadak di Gaza pada tanggal 18 Maret dan telah menewaskan lebih dari 1.000 korban dan melukai lebih dari 2.000 orang, yang menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada bulan Januari.

Sebelum dimulainya kembali genosida di Gaza, Israel juga menutup perlintasan Gaza pada awal Maret, mencegah masuknya bantuan dan barang kemanusiaan bagi orang-orang di daerah kantong Palestina tersebut.

Lebih dari 50.300 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.