Dunia

AS akui akses bantuan ke Gaza masih belum memadai

Amerika Serikat mengakui masih ada kesenjangan dalam akses bantuan kemanusiaan di Gaza

Merve Aydogan  | 25.03.2026 - Update : 27.03.2026
AS akui akses bantuan ke Gaza masih belum memadai

HAMILTON

Amerika Serikat mengakui bahwa upaya kemanusiaan di Jalur Gaza masih belum memadai, dengan akses bantuan yang dinilai masih menghadapi berbagai kendala serius.

Utusan AS untuk PBB Mike Waltz pada Selasa (25/3) mengatakan di hadapan Dewan Keamanan PBB bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga Gaza secara optimal.

“Masih banyak yang perlu dilakukan. Kita masih memiliki jalan panjang,” ujar Waltz, meski ia menyebut telah ada kemajuan dalam distribusi bantuan.

Ia menambahkan bahwa warga di Gaza membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak serta layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Waltz menyatakan bahwa pemerintah AS terus bekerja sama dengan Israel dan mitra internasional lainnya untuk memperkuat akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menurutnya, AS bersama mitra telah memungkinkan masuknya lebih dari 4.000 truk bantuan kemanusiaan dan barang penting setiap pekan selama 16 minggu terakhir. Namun, ia mengakui bahwa jumlah tersebut mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain bantuan jangka pendek, Waltz juga menyinggung upaya rekonstruksi jangka panjang dengan tujuan mengurangi ketergantungan penuh Gaza terhadap bantuan kemanusiaan.

Ia menyatakan bahwa Gaza berpotensi menjadi kawasan dengan investasi dan pertumbuhan ekonomi, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan.

Waltz juga menyebut adanya komitmen pendanaan lebih dari 7 miliar dolar AS dari sejumlah negara di kawasan untuk mendukung upaya tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat menolak aneksasi Tepi Barat, sejalan dengan pernyataan Presiden Donald Trump.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın