Pizaro Gozali İdrus
08 April 2019•Update: 08 April 2019
GAZA CITY
Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengutuk seruan Menteri luar negeri Oman kepada warga Arab untuk mengakhiri ketakutan kepada Israel di kawasan.
Berbicara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Yordania pekan lalu, Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi mendesak Palestina dan Arab untuk "membantu Israel mengatasi perasaan terancam".
Dalam pernyataannya pada Senin, Hamas menggambarkan pernyataan bin Alawi "bertentangan dengan semua fakta dan logika".
"Di bawah logika moral atau politik mana kita harus meminta korban meyakinkan eksekutor dan penjajah tentang masa depannya?" tanya Hamas.
"[Israel] adalah perampas kekuasaan, yang memiliki pasukan paling kuat di kawasan itu, melakukan pembunuhan sistematis dan penghancuran terhadap rakyat kami, Yahudisasi Yerusalem, menodai situs-situs suci, mengancam seluruh wilayah dan mengabaikan hukum internasional," kata Hamas.
Pernyataan Bin Alawi lalu mengundang kritik dari Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dalam forum tersebut.
"Dunia Arab telah mengakui hak Israel untuk ada. Palestina sendiri mengakui hak Israel untuk ada ... itu bukan masalah," kata Safadi yang menyatakan negaranya telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.
"Masalahnya adalah penjajahan. Apakah penjajahan ini akan berakhir atau tidak?"
Oman dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.
Oktober lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan langka ke Oman.