22 September 2018•Update: 23 September 2018
Aysar al-Iss dan Hajer M'tiri
PARIS / RAMALLAH, Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat menyatakan siap untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel, baik secara tertutup atau terbuka.
Dalam konferensi pers bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris, Abbas mengatakan, “Kami siap berunding dengan Israel - baik di depan umum atau di belakang pintu tertutup - dengan Kuartet [Timur Tengah] sebagai sponsor."
“Kuartet” Timur Tengah yang dimaksud terdiri dari AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa.
"Palestina tidak menolak negosiasi," kata Abbas. "[Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu adalah orang yang telah mengacaukan proses perdamaian."
Di hari yang sama, Kepresidenan Prancis mengeluarkan pernyataan untuk tetap mendukung solusi dua negara.
Macron menegaskan kembali komitmen penuh Prancis untuk melanjutkan kembali dialog antara Palestina dan Israel.
Kepada Abbas, Macron menegaskan kesiapannya melakukan mobilisasi diplomatik untuk mengubah situasi yang tidak dapat dipertahankan.
Macron juga menyinggung krisis dan pengepungan Israel atas Jalur Gaza. Menurut dia, upaya memperbaiki situasi kemanusiaan sangat dibutuhkan.
Abbas dan Macron juga membahas rekonsiliasi Hamas dan Otoritas Palestina yang sedang berlangsung di bawah mediasi Mesir.
Macron mengatakan Prancis mendukung perundingan untuk mencapai rekonsiliasi intra-Palestina dalam upaya mengadakan pemilihan umum dalam beberapa bulan mendatang di Gaza, yang merupakan kontribusi penting bagi pembentukan negara Palestina yang demokratis.
Macron juga menegaskan komitmen Perancis akan keamanan Israel.
Pada saat yang sama Perancis mengecam penjajahan Israel yang terus berlanjut dan semakin para beberapa bulan ini.
Abbas tiba di Paris pada Kamis atas undangan Macron.
Pada Sabtu, Abbas akan meninggalkan Perancis menuju Irlandia, sebelum tiba di New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB.
Pembicaraan Palestina-Israel macet tahun 2014. Penyebab utamanya penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina.