Chandni
17 Januari 2018•Update: 18 Januari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Pada akhir 2017, terjadi peningkatan sebanyak 3,2 juta warga Amerika yang tidak memiliki asuransi kesehatan dibandingkan angka 2016, kata lembaga jajak pendapat Gallup.
Kenaikkan sebesar 1,3 persen ini adalah lonjakkan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Ini juga menjadi satu-satunya insiden kenaikkan jumlah warga tanpa asuransi sejak hukum layanan kesehatan federal "Obamacare" diberlakukan pada 2014.
Program itu mengharuskan setiap warga Amerika memiliki asuransi kesehatan atau harus membayar penalti, serta ekspansi program asuransi Medicaid bagi warga yang berpenghasilan rendah dan miskin, di 24 negara bagian.
Gallup memperkirakan hingga Desember 2017, terdapat sekitar 12,2 persen penduduk dewasa di AS yang tidak memiliki asuransi. Pada 2016, jumlah itu adalah sebesar 10,9 persen. Mereka mewawancarai lebih dari 25.000 orang di AS antara Oktober dan Desember.
Dari hasil wawancara, Gallup menduga kenaikkan jumlah orang tanpa asuransi itu adalah karena melambungnya harga premi asuransi di AS.
"Beberapa perusahaan asuransi berhenti menawarkan paket kesehatan dan karena tidak adanya kompetisi, harga yang ditawarkan pun semakin tinggi," kata juru bicara Gallup Zac Auter. "Itu mengakibatkan sejumlah warga Amerika, khususnya mereka yang tidak memenuhi syarat subsidi, akhirnya gagal memiliki asuransi."
Kenaikkan itu terjadi pada tahun pertama masa jabatan Presiden Donald Trump, yang sering mengkritik Obamacare. Pada 2017, Trump dan Partai Republik mencoba membatalkan Obamacare. Mereka berhasil mengajukan sebuah RUU beberapa pekan lalu untuk mengakhiri program tersebut.