Chandni
20 Desember 2017•Update: 21 Desember 2017
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Selasa sekali lagi mengimbau negara-negara anggota PBB mendukung status kota Yerusalem yang diperebutkan.
"Sekali lagi saya mengundang semua negara anggota PBB untuk membela status bersejarah Yerusalem," kata Erdogan dalam konferensi pers di Ankara.
"Kami, sebagai negara Turki, akan terus mengawal isu ini hingga tuntas," tambahnya.
Sebelumnya pada Senin, AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di Yerusalem. Ketidaksepakatan AS merupakan satu-satunya di antara negara-negara anggota Dewan Keamanan.
Langkah itu menyusul keputusan AS dua pekan lalu untuk mengakui kota suci itu sebagai ibu kota Israel dan memulai proses pemindahan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sebanyak 14 negara anggota dewan menyetujui resolusi yang disponsori Mesir, mendikte agar Presiden AS Donald Trump segera membatalkan keputusannya itu.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.
Selama masa kampaye tahun lalu, Trump berulang kali menjanjikan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.