Rıskı Ramadhan
17 Januari 2018•Update: 18 Januari 2018
Erdal Türkoğlu, Cem Genco
HATAY
Warga Suriah yang mengungsi dari distrik Afrin ke Turki berharap kampung halaman mereka di Afrin dibersihkan dari teroris sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman.
Afrin adalah sebuah distrik yang dikuasai oleh organisasi teroris PYD/PKK di dekat perbatasan Turki-Suriah di provinsi Aleppo, Suriah.
Sementara Angkatan Bersenjata Turki (TSK) melanjutkan pengiriman perlengkapan militer ke perbatasan Afrin, warga Afrin yang mengungsi ke Turki juga mengikuti dari dekat perkembangan di wilayah tersebut.
Sejumlah keluarga yang terpaksa mengungsi ke Turki akibat terorisme, mendukung kemungkinan operasi Afrin oleh TSK, mereka berharap dapat kembali ke rumah mereka.
Kepada Anadolu Agency, Abu Ali, seorang warga Afrin yang berlindung ke Turki menjelaskan, dia bersama istrinya datang ke Turki pada tahun 2013, saat ini dia bertugas sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah yang dibangun untuk pengungsi Suriah di Hatay, Turki.
Abu Ali menjelaskan, tahun itu saat mereka melarikan diri ke Turki, PYD/PKK meningkatkan tekanan terhadap warga di Afrin.
“Pertama, mereka mencoba memaksa anak muda mendukung mereka. Mereka menembak mati beberapa yang melawan,” ungkap dia.
Abu Ali menambahkan, teroris-teroris itu menyerang desa mereka dan menembak paman dan tantenya yang sedang hamil.
“Paman saya lumpuh. Tante saya meninggal. Seorang keponakan dan dua sepupu saya dipaksa untuk mengikuti pendidikan militer. Hingga saat ini, mereka masih berada di tangan teroris. Teroris mengancam akan membunuh orang tua mereka jika mereka lari,” kata Abu Ali menjelaskan penderitaan yang mereka alami.
- “Kami tidak memiliki masalah dengan masyarakat Kurdi”
Abu Ali menambahkan, mereka hidup dengan bersama dengan warga Kurdi Suriah tanpa ada masalah. Menurut dia, masyarakat Kurdi juga tidak menginginkan PKK.
“Warga Kurdi juga ingin lari dari PYD/PKK. Namun mereka takut. Kami ingin operasi itu dilakukan. Kami akan pulang jika teroris berhasil ditumpas. Rumah dan kebun kami ada disana,” ujar dia
Seorang warga lain yang datang dari Afrin, Abdo Hamid juga mengungkapkan, dia melarikan diri ke Turki bersama enam anaknya tiga tahun lalu karena tekanan dari para teroris semakin meningkat.
“PYD/PKK memaksa kami dan anak-anak kami untuk masuk ke militer. Mereka akan memaksa kami berperang melawan TSK dan Tentara Pembebesan Suriah. Kami terpaksa melarikan diri ke Turki. Semoga operasi Afrin dilakukan, teroris tumpas dan kami dapat kembali ke desa kami,” ungkap dia.
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi terhadap PYD/PKK yang menduduki distrik-distrik di perbatasan Turki dapat dimulai “setiap saat”.