Erric Permana
18 Oktober 2017•Update: 19 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan Qatar menandatangani kerja sama di sejumlah bidang, di antaranya bidang transportasi udara, pendidikan dan kesehatan.
Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan saat kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Istana Bogor, Jawa Barat.
"Seperti yang kita saksikan tadi telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman," ujar Presiden RI Joko Widodo saat pernyataan pers bersama dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Bogor.
Jokowi juga mengaku sepakat untuk bersama menjaga persatuan umat Islam menghadapi tantangan yang terjadi.
Indonesia, kata Joko Widodo, juga terus mengajak Qatar untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.
Sejumlah investasi yang saat ini sudah berjalan di antaranya akuisisi saham yang dilakukan Perusahaan BUMN Qatar terhadap PT Paiton Energy senilai 1,3 miliar USD. Serta investasi Qatar terhadap pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTU) Sumbagut, Sumatera Utara senilai 1 miliar USD.
Pada kesempatan itu Jokowi juga menitipkan nasib WNI yang saat ini bekerja di Qatar pada Emir.
"Sekitar 43 ribu WNI di sana turut berkontribusi bagi pembangunan Qatar," kata Presiden RI Joko Widodo.
Emir Qatar menilai Indonesia sebagai negara yang penting dalam dunia Islam.
Dia pun mengaku kedua pimpinan juga membahas blokade yang dihadapi Qatar oleh negara-negara teluk. Dia menyatakan blokade tersebut menimbulkan efek terhadap masyarakat Qatar.
"Kami juga menyampaikan kabar sangat siap dan bersedia untuk melakukan pembahasan," ujar Emir Qatar di Istana Bogor, Jawa Barat.
Emir Qatar mengaku bersedia mencari solusi untuk berdamai dengan negara teluk.
"Qatar terbuka untuk membuka ruang negosiasi, ruang diskusi," tambahnya.
Selain itu juga Emir Qatar mengaku membahas permasalahan yang menimpa Muslim Rohingya. Qatar menyatakan siap memberikan bantuan kepada korban kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.
"Meminta Pemerintah Myanmar menyelesaikan persoalan ini dengan baik," pungkasnya.