12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Ahmed al-Masri and Ali Semerci
DOHA
Qatar pada hari Selasa menuduh negara-negara di Gulf Cooperation Council (GCC) telah membocorkan dokumen Riyadh Agreements 2013-2014 ke media.
Berbicara kepada kantor berita resmi Qatar QNA, Ahmad Al-Thani yang mengepalai Kantor Penghubung Pemerintah Qatar, mengungkapkan hal tersebut tanpa menyebut nama negaranya.
Bocoran itu "bertujuan untuk menggagalkan upaya mediasi Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Al Sabah dan Menlu AS Rex Tillerson terhadap Qatar dan beberapa negara Arab," kata Al-Thani.
Dia mengatakan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain mengetahui Perjanjian Riyadh sebagai sebuah kesepakatan yang jelas dan negara manapun dapat mengajukan komplain terhadap negara lainnya. Namun, ketiga negara ini tidak mengajukan keluhan apapun atau meminta pertemuan ke GCC sebelum menjatuhkan sanksi kepada Qatar.
Sebagai gantinya, negara-negara GCC lebih memilih melakukan propaganda hitam terhadap Qatar. Hal ini, bagi Qatar, menunjukkan tujuan utama mereka bukan untuk memastikan apakah Perjanjian Riyadh terlaksana, Al-Thani menambahkan.
CNN mempublikasikan isi perjanjian yang ditandatangani antara Qatar dan Arab Saudi, UEA, Bahrain, Kuwait dan Oman.
Arab Saudi, UEA dan Bahrain menuduh Qatar melanggar kesepakatan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Bulan lalu, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme.
Arab Saudi juga menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, yang secara geografis telah mengisolasi negara Teluk kecil itu.