18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Ahmed al-Masri
DOHA
Uni Emirat Arab (UEA) membantah berada di balik serangkaian peretasan situs berita resmi Qatar yang memicu ketegangan di wilayah Teluk.
The Washington Post pada hari Minggu melansir laporan bahwa UEA telah meretas situs berita dan media sosial Qatar "untuk mengirim pernyataan palsu emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad al-Thani".
Pernyataan Emir Qatar yang diretas di antaranya menyebut Iran sebagai "kekuatan Islam", dan Qatar mendapatkan pujian dari kelompok perlawanan Palestina Hamas.
Akibat pernyataan kontroversial ini, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain melarang semua pemberitaan media Qatar, sebelum akhirnya memutuskan hubungan dengan Doha karena dianggap mendukung terorisme.
"Laporan yang menyebut UEA meretas kantor berita Qatar tidak benar," ujar Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Royal Institute of International Affairs (Chatham House) yang berbasis di London.
Perwakilan UEA di Washington sebelumnya menyebut The Washington Post telah membuat laporan yang keliru.
"UEA tidak memiliki peranan apa pun dalam dugaan peretasan yang digambarkan dalam berita tersebut," menurut pernyataan tersebut.