Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Grup 7 (G7) menyerukan konferensi internasional untuk menyatukan semua pemangku kepentingan dan aktor regional yang relevan dengan konflik di Libya.Senin
Dalam deklarasi bersama yang dirilis setelah KTT di Biarritz, Prancis, berakhir pada Senin, hanya solusi politik yang dapat memastikan stabilitas Libya.
"Kami menyerukan konferensi internasional yang dipersiapkan dengan baik untuk menyatukan semua pemangku kepentingan dan aktor regional yang relevan dengan konflik ini," bunyi deklarasi itu.
G7 menyatakan dukungan pada upaya PBB dan Uni Afrika untuk mengadakan konferensi antar-Libya.
Deklarasi juga menyerukan dunia internasional untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir demi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Sementara itu, Prancis dan Jerman akan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa minggu mendatang untuk mencapai hasil nyata soal Ukraina.
Merujuk pada situasi di Hong Kong, deklarasi tersebut menegaskan kembali keberadaan dan pentingnya Deklarasi Bersama China-Inggris 1984 tentang Hong Kong dan mendesak agar kekerasan harus dihindari.
Deklarasi Bersama Sino-Inggris 1984 memberikan Hong Kong sebuah otonomi khusus.
Sejak awal Juni, Hong Kong mengalami serangkaian protes besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap langkah pemerintah setempat untuk melegalkan ekstradisi ke daratan China.
Deklarasi G7 juga mengatakan ingin merombak Organisasi Perdagangan Dunia untuk meningkatkan efektivitas sehubungan dengan perlindungan kekayaan intelektual untuk menyelesaikan perselisihan lebih cepat dan untuk menghilangkan praktik perdagangan yang tidak adil.
"G7 berkomitmen untuk mencapai sebuah perjanjian untuk menyederhanakan hambatan regulasi dan memodernisasi perpajakan internasional dalam kerangka kerja OECD pada 2020," tambahnya.