22 Agustus 2017•Update: 22 Agustus 2017
Aydogan Kalabalik
KAIRO
Menteri Perdagangan dan Industri Mesir Tarek Kabil mengatakan hubungan perdagangan dengan Turki harus dipisahkan dengan politik.
“Saya selalu memisahkan kesepakatan perdagangan dengan politik, kecuali jika pihak berwenang [Mesir] mengambil langkah politik tertentu yang secara langsung mempengaruhi perdagangan. Hal ini juga berlaku untuk Turki, karena Mesir mendapat lebih banyak keuntungan dari kesepakatan perdagangan bebas ini daripada Turki,” kata Kabil dalam wawancara dengan harian Al-Shorouk.
Kabil juga menegaskan, ekspor Mesir ke Turki meningkat 30 persen pada semester pertama 2017, sementara ekspor Turki ke Mesir turun hingga 50 persen pada periode yang sama.
“Kami tidak berniat untuk mengurangi aktivitas perdagangan dengan Ankara, kecuali jika ada motif politik, yang memang tidak ada,” tambahnya.
Pada tahun 2005, Turki dan Mesir menandatangani kesepakatan perdagangan bebas yang secara nyata meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.
Hubungan Turki dan Mesir telah bergejolak sejak 2013, ketika Mohamed Morsi – presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis dan pimpinan Ikhwanul Muslimin – digulingkan dalam kudeta militer.