Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Desember 2019•Update: 13 Desember 2019
James Reinl
PBB
Utusan Amerika Serikat untuk PBB mendesak Korea Utara mengambil langkah-langkah menuju penghapusan program senjata nuklirnya pada Rabu dan menyarankan negara terisolasi itu menuju ke arah yang berbeda.
Duta Besar Kelly Craft memimpin perundingan Dewan Keamanan PBB di New York setelah serentetan peluncuran rudal yang memunculkan keraguan terhadap proses negosiasi yang dihidupkan kembali oleh Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2017.
"Kami siap untuk fleksibel tetapi kami tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian, DPRK (Korea Utara) harus melakukan bagiannya dan harus menghindari provokasi," kata Craft kepada wartawan di luar gedung DK PBB.
Dia mengatakan bahwa sementara AS berusaha untuk melakukan diplomasi yang kuat dengan Korea Utara, negar itu melihat tanda-tanda bahwa Pyongyang menuju ke arah yang berbeda.
Sejak menjadi presiden pada 2017, Trump telah bertemu Kim tiga kali dalam upaya untuk membujuknya agar menghapuskan program nuklir dan misilnya.
Namun, perundingan terhenti tanpa kesepakatan dan Kim memberi Trump waktu hingga akhir tahun untuk membuat konsesi.
Korea Utara telah melakukan uji coba 13 peluncuran rudal balistik sejak Mei.
Analis dan diplomat khawatir bahwa tahun depan Pyongyang akan melanjutkan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang telah ditangguhkan pada 2017.
Selain uji coba peluncuran rudal balistik, Pyongyang juga mengumumkan uji coba "penting" rahasia di situs peluncuran roket jarak jauh yang menurut para analis kemungkinan merupakan mesin baru untuk kendaraan luar angkasa atau rudal jarak jauh.
"Pengujian rudal balistik lanjutan Pyongyang sangat kontraproduktif dengan tujuan bersama yang disepakati pada KTT Trump-Kim. Tindakan ini juga berisiko menutup pintu pada kesempatan untuk menemukan cara yang lebih baik bagi masa depan," ujar Craft kepada DK PBB.